BLOGARING 1

CV Itu Penting (?)

     
    Dalam tulisan kali ini, saya membahas sesuatu yang sering menjadi pertanyaan mahasiswa yaitu “Apakah CV itu penting ?”. Tentunya pertanyaan ini menjadi sebuah pertanyaan besar yang menentukan apa yang harus mereka lakukan semasa perkuliahaan dan setelah menjadi seorang sarjana. Saya menulis blog ini karena mahasiswa zaman now yang sering galau dengan apa yang harus mereka lakukan dan tidak lakukan. Semoga dengan adanya tulisan ini, mbak - mbak dan mas - mas tidak lagi galau karena ketika galau, kemungkinan besar kita kurang bersemangat untuk menjalani hari – hari kita. Kita mulai sekarang aja ya daripada kebanyakan kalimat pengantar …


“Happiness quite unshared can scarcely be called happiness; it has no taste.” 
― Charlotte Brontë




Sebelumnya CV atau curriculum vitae atau daftar riwayat hidup adalah dokumen yang berisi gambaran tentang pengalaman seseorang.  Sebuah CV umumnya dijumpai saat seseorang melakukan lamaran kerja.



Dalam tulisan dalam blog ini, saya menyajikannya dalam bentuk narasi sehari – hari disertai dengan dialog – dialog singkat agar tulisan ini lebih menarik. Selamat membaca


NARASI SINGKAT

Kemarin (19/01/18) pagi tiba – tiba aku di-chat oleh seorang teman yang sekarang sudah kerja sebagai konsultan di sebuah perusahaan di Bandung. Dia alumni Teknik Kelautan ’13 ITB dan UKSU’13. Berbicara sedikit tentang latar belakangnya, dia dahulunya adalah seorang aktivis di suatu UKM yang bernama UKSU dan kebetulan dia adalah ketuanya. Dia tamat dari ITB dengan IPK yang cukup memuaskan, namun tidak cumlaude karena ada mata kuliah yang tidak lulus. HAHA.. Makanya kalau ada teman – teman yang mau lulus cumlaude, pastikan tidak ada mata kuliah yang diulang ya.

Dalam chat-nya, dia mengajakku untuk keluar nongki – nongki bersama salah satu teman seangkatanku. Kami memutuskan untuk pergi ke sudirman street. Sekilas info, sudirman street adalah salah satu tempat yang menjadi icon di Bandung karena menjajakan banyak jenis makanan chinese food. Setelah perbincangan yang panjang dan alot, kami memilih untuk makan nasi campur. Sangking enaknya nasi campur di tempat tersebut, sampai – sampai kami disuruh mengantri 45 menit. Paling anehnya, si bapak penjualnya yang songong gitu bilang “Disini antri, sudah biasa, kalau kamu tidak mau mengantri, ya gausah beli disini”. Agak palak juga ketika dia bilang begitu. Walaupun aku palak, tapi yasudalah, memang enak kata teman sama nasi campur yang dijual.

Selagi kami menunggu untuk antrian nasi campur, temanku mengajak untuk mencari makan yang lain. Setelah kami mutar – mutar mencari makan, akhirnya kami singgah dan makan es campur yang posisinya tidak jauh dari tempat jualan nasi campur. Selagi kami menikmasi es campur yang enak, aku dan teman seangkatanku sibuk bertanya seputar dunia kerja. 


A : Mahasiswa
B : Alumni

(sambil menikmati es campur, kami berbincang – bincang)
A : Bang, Kerjaan gimana bang ?
B : Ya gitulah Dek, menantang Dek,
A : Rindu suasana kuliah nggak Bang ?
B : Kalau Abang nggak dek, lebih enak kerja karena udah real mencari uang gitu.
A : Semangat kau lah ya Bang, tapi agak sabar – sabar lah ya Bang, hahaha J
B : Selow kalian Dek, yang penting kalian doain Abang kalian ini.
A : Pasti didoakan kok Bang, yang penting sering – sering aja kek gini, hahaha J
B : Siap – Siap, Selow aja kalian,
A : Semakin banyak menabur, semakin banyak menuai kok Bang, gausah sedih lah kau Bang dengan pengeluaranmu hari ini, walau hampir setengah gajimu kami makan, hahaha J
B : Abang percaya kok, untuk apalah abang traktir kalian coba. Tapi kalian nanti harus gini juga ya, berbagi dengan orang lain.
A : Siap Bang.

(Es campur yang nikmat sudah habis dan kami pun beranjak ke tempat nasi campur karena sudah 45 menit kami minum es campur sambil ngobrol – ngobrol panjang)
Sesampainya di tempat makan nasi campur, kami langsung menyantap makanan kami walau kami sudah cukup kekenyangan dengan minum es campur. Nasi campur yang dihidangkan banyak porsinya dan dagingnya pun nggak pelit.
(sambil menikmati nasi campur)
B : Banyakkan porsinya ?
A : Iya Bang, kek nasi tukang becak.
(Nasi campur sudah hampir habis dan dilanjutkan dengan ngobrol nggak jelas sambilan makan kuaci pengmas)
B : Hahaha J , yang penting kalian nanti kompak aja.
A : Kompak kaburnya Bang ? hahaha J
B : Ya enggaklah, nyucinya, hahaha J
A : Siap Bang, berhubung nasiku yang belum habis, kalian duluan ya yang nyuci Bang, nanti aku nyusul
B : Kepala kau lah, hahaha J. Kalau enggak kita kabur aja langsung, tapi tetap kompak perginya pura – pura nggak tahu apa – apa.
A : Nah, takutnya gini Bang, Nanti waktu kita mau pergi, dipanggil pula sama yang jual.
B : Ngapain ?
A : Disuruh bersihin sampah kulit kuaci hahaha J
B : Hahaha J. Bangkelah
(pembicaraan semakin serius, tapi nggak serius – serius banget sih)

INTI BLOG - INTI BLOG - INTI BLOG - INTI BLOG - INTI BLOG

A : Bang lek, kan kau sudah kerja nih, kira – kira CV itu penting nggak yah ?
B : Sebenarnya penting sebagai nilai tambah mu saat seleksi dunia kerja untuk administrasi. Tapi itu bakalan ditanyain lagi di saat wawancara, kalau kau punya CV tapi kau nggak tahu ketika ditanya mengenai CV mu, yah sama saja kayak kau nggak punya CV. Karena CV itu kan untuk softskil. Jadi perlu dipertanyakan CV mu, takutnya ketika kau ada CV misalnya hasil kadif suatu acara besar, namun ketika ditanya kau nggak tahu seputar acara tersebut.
A : Gitu pula ya Bang, Jadi intinya penting nggak Bang ? itunya yang kami tanya.
B : Penting saat tahap administrasi sebagai bukti tertulis kalau kau itu punya softskill yang bisa dipertimbangin.
A : Siap – siap, makasih Bang.
(kami pun beranjak ke tempat main biliar yang ada di Bandung sampai jam 00.30 WIB dan setelah itu langsung balik ke kosan masing - masing)




“You only live once, but if you do it right, once is enough.” 
― Mae West
(selesai)

Komentar